Operasi Enukleasi Bulbus Oculi pada Hewan

Operasi Enukleasi Bulbus Oculi pada Hewan - Halo, kembali bersama kami SusuBubukDancow.xyz - Website Berisi Artikel Susu Terupdate, Pada kesempatan hari ini kami akan membahas seputar Operasi Enukleasi Bulbus Oculi pada Hewan, kami telah mempersiapkan berita ini dengan benar guna anda baca dan serap informasi didalamnya. semoga seluruh isi postingan berita Bedah Veteriner, yang kami posting ini bisa anda mengerti, selamat membaca.

Judul Berita : Operasi Enukleasi Bulbus Oculi pada Hewan
good link : Operasi Enukleasi Bulbus Oculi pada Hewan

Baca juga


Operasi Enukleasi Bulbus Oculi pada Hewan

Mata mempunyai sistem pelindung yang cukup baik seperti rongga orbita, kelopak, dan jaringan lemak retrobulbar selain terdapatnya refleks memejam atau mengedip, mata masih sering mendapat trauma dari dunia luar. 

Trauma yang kerap terjadi pada mata hewan dapat mengakibatkan kerusakan pada bola mata, saraf mata dan rongga orbita. Kerusakan mata dapat mengakibatkan gangguan  fungsi penglihatan.

Bola mata terletak pada permukaan yang dikelilingi oleh tulang-tulang yang kuat. Meski demikian, trauma dapat merusak mata hingga terjadi kehilangan penglihatan, dan lebih jauh lagi mata harus di keluarkan. 

Kebanyakan trauma mata adalah ringan, namun karena luka memar yang luas pada sekeliling struktur, maka dapat terlihat lebih parah sehingga bola mata pun kehilangan funsinya dalam hal penglihatan.

Enukleasi adalah operasi untuk menghilangkan bola mata. Enukleasi biasanya disarankan pada kondisi hewan yang mengalami kebutaan dengan rasa sakit yang sulit untuk diobati. 

Pengertian

Operasi enukleasi pada hewan umumnya dilakukan untuk pengambilan bola mata yang sudah tidak dapat berfungsi secara normal. Operasi enukleasi pada hewan biasanya mempunyai kelainan pada mata seperti entropion, konjunctivitis, keratitis dan dengan diagnosa banding cherry eye (third eyelid protrusion). 

Kelainan pada mata tersebut bersifat kronis dimana sekitar orbita mata terlihat kotor sehingga dilakukan operasi enukleasi dengan alasan estetika. 

Beberapa gejala yang menyertai kelainan pada mata adalah discharge pada mata, kesakitan pada mata, lapisan di atas mata, mata berkabut, mata keras atau lunak, iritasi pada kelopak mata, mata menonjol atau terbenam, pergerakan mata abnormal, dan perubahan warna pada mata (Eldredge et al. 2008).

Abnormalitas pada bola mata dapat dihasilkan oleh pengaruh lokal ataupun pengaruh sistemik. Perubahan atau kelainan bola mata diawali oleh kelainan secara unilateral, kemudian dapat berubah menjadi bilateral. Microphthalmia merupakan suatu kelainan pada mata yang berkaitan dengan kelainan beberapa struktur mata. Microphthalmia biasanya disebabkan oleh faktor genetik atau nutrisi. 

Selain itu, kelainan lain yang sering ditemukan adalah keratitis yang derjatnya bervariasi dari kekaburan penglihatan ringan pada kasus ringan ataupun kasus akut, sampai perubahan warna putih pada fase lanjut dengan derajat vaskularisasi yang bervariasi sebagai hasil dari perkembangan pembuluh darah dari conjunctiva bulbar, kondisi ini sering berkaitan dengan konjunctivitis (Eldredge et al. 2008).

abnormalita mata pada kucing yang bersifat unilateral

Enukleasi merupakan operasi untuk pengambilan atau pengangkatan dan pembuangan bola mata. Enukleasi lebih sering digunakan untuk membuang mata yang buta dan sakit yang tidak dapat disembuhkan melalui pengobatan. 

Enukleasi pada kondisi yang tepat biasanya digunakan sebagai alternatif untuk menghilangkan rasa sakit pada mata dan untuk menghilangkan metastasis neoplasia.

Indikasi dari enukleasi adalah terjadinya peningkatan tekanan intraokular yang dihasilkan oleh glaukoma yang tidak dapat disembuhkan dengan pengobatan, neoplasia intraocular yang berpotensi menyebabkan kesakitan intraokular atau metastasis, trauma yang parah yang dihasilkan oleh luka perforasi pada mata atau kerusakan pada lensa yang disebabkan karena trauma, infeksi intraokuler/endophthalmitis, phthisis bulbi, proptosis (kesakitan pada otot ekstraokuler), dan retrobulbar disease.

Menurut Khan (2005), enukleasi mata secara eksperimental dapat mengisolasi sel-sel ganglion retina dari akson. Kondisi ini dapat mengawali degenerasi akson yang terkandung dalam nervus opticus dan saluran optic sampai nucleus geniculate lateral. 

Nucleus geniculate lateral merupakan posisi yang sangat penting pada jalur visual diantara retina dan cortex visual. Nucleus geniculate lateral ini berfungsi dalam penerimaan input dari retina, cortex visual, dan pusat-pusat subcortical lainnya. Input dari retina ke nucleus geniculate lateral yang utama berasal dari retina kontralateral.

Indikasi dari tindakan enukleasi bulbus oculi

  1. Glaukoma, dimana penyakit ini menimbulkan rasa nyeri. 
  2. Kanker di dalam mata adalah salah satu infeksi atau peradangan yang tidak   dapat dikontrol dengan obat. 
  3. Trauma parah. 

Penampakan setelah operasi enukleasi. anjing pitbull umur 6 tahun yang mengalami luka traumatis dan glaukoma pada mata (sumber : www.veterinarypracticenews.com)


Teknik operasi reposisi dan enukleasi bulbus oculi

Sebelum operasi, hewan dipuasakan terlebih dahulu 8-12 jam untuk menghindari dampak  pemberian anestesi dan mengosongkan lambung. Sebelum dilakukan pembiusan, dilakukan penyuntikan atropin secara IM yang bertujuan untuk tachicardia, untuk mencegah terjadinya muntah dan mencegah terjadinya aspirasi. 

Setelah 10 menit maka dilakukan penyuntikan xylazin dan ketamin sebagai obat untuk anestesi. Dosis ketamin xylazin untuk maintenance adalah separuh dari dosis xylazin dan ketamin, dan dosis maintenance diberikan sampai menit ke 75. 

Pengambilan xylazin dan ketamin dilebihkan sedikit (0,14, ml yang seharusnya 0,18 ml) yang bertujuan untuk menghindari xylazin dan ketamin tertinggal di dalam spuit. Ketamin digunakan untuk menginduksi anesthesi pada hewan selama operasi.  

Ketamin merupakan anestesi disosiatif dan bekerja pada cortex frontal dan ketamin mempunyai kerja yang rendah terhadap formasi reticular. 

Ketamin mempunyai efek yang cepat serta dapat menghasilkan tahapan catalepsy dengan penghilangan kesadaran, analgesik tetapi sedikit bersifat muscle relaxan. Mata akan tetap terbuka dan dengan refleks faringeal dan laryngeal pada dosis tinggi. 

Dosis ketamin yang berlebih dapat menyebabkan depresi respirasi yang dicirikan oleh cyanosis dan depresi ventilasi. Convulsi myoclonis dapat terjadi ketika hewan diberikan stimulasi suara atau handling selama periode recovery. 

Mata yang tetap terbuka akibat pengaruh xylazin dapat dapat diberikan salep mata untuk mencegah terjadinya konjunctivitis dan peradangan pada mata.

Obat yang dipakai dalam anestesi pada operasi enukleasi adalah ketamine HCl 10 %, Xylazine 2 % dan atropin sulfat sebagai premedikasi. Pemberian anesthesi dan premedikasi ini disesuaikan dengan bobot badan hewan. Setelah hewan diberi anasthesi, rambut di sekitar mata dicukur. 

Kemudian daerah yang telah dicukur dibersihkan dengan air dan diberi sabun lalu dibilas hingga bersih, diusap dengan kapas beralkohol 70% dan didesinfeksi dengan Iodium Tincture 3% dengan arah dari dalam keluar. 

Setelah itu hewan diletakkan di meja operasi dengan posisi ventrodorsal/posisi dorsal recumbency, fiksasi hewan dengan cara mengikat keempat kakinya menggunakan tali. 

Operasi enukleasi diawali dengan penjahitan sederhana antara kelopak mata atas dan kelopak mata bawah sehingga kelopak mata dapat tertutup. Setelah itu dilakukan penyayatan pada kulit sepanjang batas kelopak mata dengan arah 360° mengelilingi kelopak mata. 

Penyayatan dapat dilakukan dengan menggunakan sayatan tajam, setelah itu dilanjutkan dengan penyayatan pada otot-otot ekstraokuler. Kemudian dilakukan pemotongan pada otot-otot ekstraokuler yang melekat pada sclera. 

Nervus opticus dan pembuluh darah ke mata dijepit dengan clamp dan diikat dengan benang jahit absorbable berukuran 3-0 atau 4-0, kemudian nervus opticus dan pembuluh darah tersebut dapat dipotong. 

Langkah terakhir adalah penutupan otot-otot ekstraokuler, periorbita, jaringan subkutan, dan kulit dengan jahitan sederhana serta dilakukan penutupan ruang orbita dan jaringan subkutan dengan menggunakan jahitan continuous dengan benang jahit absorbable berukuran 4-0, dan penjahitan kulit dengan menggunakan benang jahit noabsorbable berukuran 5-0 atau 6-0 dengan menggunakan jahitan continuous.

Pendekatan enukleasi bulbus oculi

Operasi enukleasi dapat dilakukan melalui dua prosedur, yaitu pendekatan subkonjunctival dan pendekatan transpalpebral. 

Objek utama dalam pendekatan subkonjunctival adalah pembuangan bola mata, membran nictitan, dan sedikit kelopak mata, dengan meminimalkan pengangkatan jaringan otot supaya kantung mata tidak menjadi kosong sehingga faktor estetika akan tetap terjaga. 

Keunggulan dari pendekatan subkonjunctival adalah pencapaian saraf opticus dan pembuluh darah lebih mudah sehingga akan menurunkan kerusakan dari optic chiasm. 

Operasi enukleasi pada pendekatan subkonjunctival dilakukan pembuangan semua kelenjar air mata karena apabila tidak dibuang maka kelenjar yang tersisa akan memproduksi air mata dan air mata tersebut tidak bisa dibuang, sehingga air mata tersebut akan mencari jalan lain sehingga membentuk suatu fistula yang menghubungkan antara rongga mata dan hidung.

Operasi enukleasi dengan pendekatan transpalpebral pada umumnya digunakan untuk mengurangi terjadinya kontak infeksi dari permukaan kornea dan metode pendekatan transpalpebral ini lebih sederhana untuk digunakan. 

Kerugian dari pendekatan transpalpebral adalah terdapat banyak perdarahan dan post operasi mata dengan metode pendekatan transpalpebral menghasilkan mata yang cekung.

 
Pemberian anestesi pada pasien (persiapan operasi/pra-operatif)
Pemberian anestesi pada pasien 
 
Enukleasi bulbus oculi pada anjing (hewan)
Enukleasi bulbus oculi

Prosedur Operasi Enukleasi Bulbus Oculi pada Anjing


Prosedur Enukleasi pada kasus Cherry Eye pada Anjing




Prosedur pasca operasi enukleasi bulbus oculi

Perawatan hewan post operasi dilakukan dengan pemberian amoxicillin sebanyak 0,84 ml dua kali sehari dengan durasi sampai 5 hari. 

Perawatan pasca operasi pada hari ke-1 dan ke-2 dilakukan dengan penekanan pada daerah mata yang dioperasi, hal ini bertujuan untuk mengurangi terjadinya akumulasi cairan yang dapat menghambat persembuhan.


gambaran Sebelum dan Sesudah Operasi Enukleasi Bulbus Oculi
Sebelum dan Sesudah Operasi Enukleasi Bulbus Oculi (sumber : pictaram.com)

Penutup

Operasi enukleasi pada hewan sangat disarankan dengan berbagai alasan tertentu. Untuk menghilangkan rasa sakit pada mata yang sudah tidak berfungsi misalnya, sangat perlu dilalukan tindakan enukleasi. Namun perawatan pasca operasi pun perlu diperhatikan, agar tidak ada komplikasi berarti akibat operasi enukleasi.


Referensi
Enucleation, Eye - procedure, recovery, removal, pain, complications, time, infection, operation diakses tanggal 27 September 2013

Anonimous. 2011.http://dawibo.wordpress.com/2011/03/28/enukleasi-pada-mata-kucing/ akses tanggal 27 September 2013




Demikianlah Berita dari kami Operasi Enukleasi Bulbus Oculi pada Hewan

Sekianlah artikel Operasi Enukleasi Bulbus Oculi pada Hewan hari ini, semoga dapat memberi pengetahuan untuk anda semua. ok, sampai jumpa di artikel berikutnya. Terima Kasih

Anda saat ini sekarang membaca berita Operasi Enukleasi Bulbus Oculi pada Hewan dengan alamat link https://www.susububukdancow.xyz/2017/07/operasi-enukleasi-bulbus-oculi-pada.html

Post a comment

0 Comments