Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti)

Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti) - Halo, kembali bersama kami SusuBubukDancow.xyz - Website Berisi Artikel Susu Terupdate, Pada kesempatan hari ini kami akan membahas seputar Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti), kami telah mempersiapkan berita ini dengan benar guna anda baca dan serap informasi didalamnya. semoga seluruh isi postingan berita Bedah Veteriner, yang kami posting ini bisa anda mengerti, selamat membaca.

Judul Berita : Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti)
good link : Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti)

Baca juga


Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti)

Esofagus adalah suatu tabung otot yang terbentang dari hipofaring (Cervikal 6) sampai ke lambung (Torakal 11) dengan panjang 23-25 cm pada dewasa dan memiliki fungsi untuk mengantarkan makanan dari faring ke lambung.

Esophagus sendiri terbagi menjadi 3 bagian yaitu cervic, thorac, dan abdomen. Esophagus dimulai dari dorsal kartilago cricoids dari laring lalu kemudian turun sejajar dengan trakea menuju rongga thorac lalu ke abdomen dan berakhir pada lambung. Pada bagian servik esophagus berada sangat dekat dengan arteri karotid

Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti)
Posisi Esophagus


Esofagektomi adalah suatu tindakan operasi pengangkatan bagian esofagus atau pengangkatan tumor ganas esofagus beserta kelenjer limfenya. 

Teknik ini dilakukan melalui 4 pendekatan insisi yaitu transtorakal, Ivor-Lewis (melalui sela iga ke-5), Three-hole esofagektomi (insisi kecil di dada dan abdomen) dan transhiatal (pada pertengahan abdomen). Operasi ini dilakukan dengan anestesi umum dan menggunakan endoskopi. 

Pemeriksaan esofagoscopy penting untuk mendiagnosis striktur esofagus. Pada pemeriksaan ini, mukosa lumen dapat diobati secara seksama dan bila ada kecurigaan keganasan dapat dilakukan biopsi untuk pemeriksaan histopatologi.

Definisi Sistem Digesti

Sistem digesti (digestive system) adalah sistem organ dalam tubuh hewan yang menerima makanan, mencernanya menjadi energi dan nutrisi, serta mengeluarkan sisa proses tersebut melalui rectum. Sistem digesti antara satu hewan dengan yang lainnya berbeda-beda.

Secara spesifik, sistem digesti berfungsi untuk mengambil makanan, memecahnya menjadi molekul nutrisi yang lebih kecil, menyerap molekul tersebut ke dalam alirah darah, kemudian membersihkan tubuh dari sisa-sisa makanan.

Saluran pencernaan merupakan saluran yang kontinyu berupa saluran yang dilapisi oleh otot. Saluran pencernaan mencerna makanan, memecahnya menjadi bagian yang lebih kecil dan menyerap bagian tersebut menuju pembuluh darah. 

Organ-organ yang termasuk di dalamnya yaitu : mulut, faring, esofagus, lambung, usus halus serta usus besar. Dari usus besar makanan akan dibuang keluar tubuh melalui rectum.

Adapun Organ pencernaan tambahan yang berfungsi untuk membantu saluran pencernaan dalam melakukan kerjanya, yaitu : Gigi dan lidah terdapat dalam rongga mulut, kantung empedu serta kelenjar pencernaan akan dihubungkan kepada saluran pencernaan melalui sebuah saluran. Kelenjar pencernaan tambahan akan memproduksi sekret yang berkontribusi dalam pemecahan bahan makanan.

Bedah Sisitem Digesti

Bedah sistem digesti adalah bedah yang dilakukan pada pasien (hewan) yang mengalami gangguan atau kelainan pada sistem digesti. Pada bedah sistem digesti yang akan dibahas dalam paper ini antara lain tekhnik operasi Oesophagotomy dan Oesophagectomy.

Persiapan Pra Operasi

Pasien

Pasien yang akan menjalani operasi esophagotomy dapat dipuasakan selama 12 jam sebelum operasi dengan tujuan untuk menghindari muntah akibat dari pemberian anestesi dan juga untuk mengosongkan esophagus agar tidak terkontaminasi saat dilakukan pembedahan.

Alat

Peralatan yang digunakan dalam pembedahan ini adalah scalpel holder, needle holder, towel clamp, blade, jarum, needle, drepe, tampon, benang operasi (silk untuk kulitdan chromic untuk organ dalam).

Bahan

Bahan-bahan yang digunakan antara lain premedikasi, yaitu Atropin. Bahan anastethikum, yaitu Xylazine dan Ketamine, dalam pembedahan ini, hewan dapat dianestesi dengan anestesi lokal. Selain itu juga digunakan alkohol 70%, NaCl fisiologis, tampon serta benang catgut.

Peralatan bedah peralatan bedah yang akan digunakan harus di sterilkan yaitu untuk benda berbahan dasar logam dapat di sterilisasi dengan menggunakan autoclave sedangkan untuk bahan-bahan yang terbuat dari plastic dapat menggunakan alcohol 70%. 

Alat yang digunakan adalah Meja bedah, spuit 2 ml, scalpel, needle holder, pinset anatomis, alis forcep, drapping, pemegang tampon, kain kasa, sarung tangan, stetoskop dan thermometer.

Bahan yang digunakan adalah alkohol 70%, iodium tincture 3%, NaCL fisiologis, obat premedikasi (Atropin Sulfat), obat anastesi (ketamin dan xylazine), benang catgut cromic dan nilon.

Pre Operasi

Sebelum dilakukan operasi terlebih dahulu alat-alat yang digunakan disterilisasi. Alat dari bahan logam disterilisasi dengan alkohol 70%. Kemudian hewan di anestesi.

Operasi Oesophagotomy

Oesophagotomy adalah tindakan operasi yang dilakukan dengan mengincisi pada dinding esophagus untuk membuka lumen esophagus. Indikasi terjadi bila terdapat obstruksi esophagus atau untuk mengeluarkan benda asing. Tempat operasi dapat ditentukan dengan cara palpasi untuk menentukan letak sumbatan esophagus oleh adanya benda asing.

Oesophagotomy dapat dilakukan secara longitudinal atau transversal tergantung dari tujuan dilakukannya esophagotomy tersebut. Incisi sebaiknya di buat pada bagian esophagus yang sehat dengan panjang incise yang di sesuaikan dengan kebutuhan pembedahan.untuk pengeluaran benda asing tarikan perlahan pada esophagus dapat dilakukan.


A.  Teknik operasi Oesophagotomy

  • Dalam operasi ini anestesi yang di berikan adalah anestesi umum. sebelum di lakukan operasi hewan harus di persiapkan terlebih dahulu, bulu di cukur dan kulit dipersiapkan secara aseptis. setelah  teranestesi hewan di baringakan pada posisi dorsal recumbency (hewan kecil) dan dibaringkan ke sebelah kanan (hewan besar). 
Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti)
Mencukur bulu rambut

  • Pada hewan kecil dilakukan irisan pada bagian tengah ventral leher (ventral midline cervicalis) dari larynx ke sternum. 
Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti)
  irisan Ventral midline cervicalis

  • Muskulus strenohyoidus dan sternocleidomastoidus kiri dan kanan dipreparasi secara tumpul sehingga terlihat trachea. 
Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti)
Muskulus strenohyoidus dan sternocleidomastoidus kiri dan kanan dipreparas

  • Esophagus terletak disebelah kiri daripada trachea dan dengan preparasi tumpul trelihat lebih jelas. Irisan pada esophagus dibuat secara longitudinal dan benda asing (corpora aliena) dikeluarkan . 
Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti)
Irisan pada esophagus dibuat secara longitudinal

  • Esophagus dijahit dengan 4-0 chromic catgut secara simple interrupted. Muskulus tidak perlu dijahit, kulit dijahit dengan benang non absorbable secara simple interrupted.


Apabila kelainan terjadi pada cervikal esophagus dilakukan insisi melalui ventral midline cervical (hewan kecil) atau pada lateral cervical (hewan besar). 

Sedangkan kelainan pada thoracic esophagus dilaukan insisi melalui lateral thoracotomi. Tetapi bila kelainan terjadi pada abdominal esophagus dapat dilakukan insisi melalui midline celiotomy. 

B.  Perawatan Pasca Operasi

Setelah opersai hewan dipuasakan selama 4-6 hari, diberi makanan secra parenteral (infuse), dan diberi pengobatan.


Operasi Oesophagostomy


Oesophagostomy pada dasarnya memiliki kesamaan dengan esophagotomy, yang membedakan di antara keduanya adalah hasil akhir dari proses pembedahan tersebut. 

Pada esophagostomy pembukaan pada lumen esophagus bertujuan untuk memasukkan feeding tube atau selang untuk pemberian pakan secara langsung ke lambung. 

Kelebihan penggunaan feeding tube dibandingkan dengan penggunaan infuse adalah komplikasi pasca pemasangan infus seperti infeksi akibat cateter yang tidak steril maupun karena ketidakseimbangan elektrolit pada tubuh hewan tersebut.

Pemasangan feeding tube pada esophagus lebih dipilih karena kemudahan dalam proses pemasangan dan juga sedikitnya komplikasi yang akan terjadi, dan juga karena proses pemberian pakan dapat dilakukan oleh pemilik.

A.  Teknik Operasi Oesophagostomy


  • Persiapan hewan memiliki kesamaan dengan prosedur pada esophagotomy yaitu hewan di baringkan secara lateral recumbency dan semua rambut yang mungkin mengkontaminasi daerah insisi atau dapat mengganggu daerah insisi dapat di cukur. 
  • Untuk menentukan bagian yang di insisi dapat dimasukkan forceps kedalam rongga mulut menuju esophagus. 
  • Setelah berada di esophagus forceps di angkat ujungnya untuk membuat benjolan pada esophagus yang menandakan bagian yang akan di insisi. 
  • Insisi dilakukan untuk membuka kulit dan kemudian esophagus yang besar sayatannya bergantung pada besaran tube yang akan dipasang. 
  • Tube dimasukkan dengan bantuan forceps tadi kemudian di balikkan menuju lambung. Setelah itu tube dapat di fiksasi dengan menggunakan bantuan perban ataupun plester agar tidak bergerak ataupun berpindah.

       
Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti)
Aplikator esophagus tube

Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti)
Membuat sayatan kecil sampai mengenai ujung forceps bagian kanan
 
Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti)
Membuka forceps, pegang ujung distal dari saluran esophagostomy, dan mengunci forceps
 
Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti)
Gunakan hemostat untuk meligasi saluran esophagus
Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti)
Ketika sudah ditempatkan dengan benar, akhir feeding selang akan "dibengkokkan" dari caudal ke cranial.

B.  Perawatan Pasca Operasi

Pantau peletakan feeding tube dan perawatan luka pasca operasi. Untuk mencegah infeksi dapat diberikan antibiotic secara intramuskuler maupun multivitamin untuk menjaga kondisi tubuh.

Operasi Oesophagectomy

Oesophagectomy adalah tindakan operasi dengan melakukan reseksi parsial seluruh atau sebagian esophagus. Indikasi dari tehknik operasi ini adalah adanya kanker atau tumor pada daerah esophagus sebelum menyebar pada daerah atau bagian lainnya. 

Esophagectomy juga dilakukan untuk penyakit akut serperti atresia esophagus, achalasia atau cedera kaustik.

A.  Teknik Operasi Esophagectomy

  • Dalam operasi ini anestesi yang di berikan adalah anestesi umum. sebelum di lakukan operasi, hewan harus di persiapkan terlebih dahulu. 
  • Bulu di cukur dan kulit dipersiapkan secara aseptis. 
  • Setelah  teranestesi hewan di baringakan pada posisi dorsal recumbency. 
  • Setelah itu dibuat 2 bagian insisi yaitu pada daerah ventral leher (ventral midline cervicalis) dan perut bagian atas. 
  • Muskulus strenohyoidus dan sternocleidomastoidus kiri dan kanan dipreparasi secara tumpul sehingga terlihat trachea. 
  • Esophagus terletak disebelah kiri daripada trachea. 
  • Jika esophagus telah ditemukan langkah selanjutnya adalah melihat keadaan dari esophagus, jika kanker telah menyebar dalam kondisi tertentu dilakukanlah pengangkatan esophagus, dimana pada kondisi tersebut fungsi dari esophagus digantikan oleh tabung yang akan menghubungkan sampai ke lambung. 
  • Setelah itu bagian sisa Esophagus dijahit dengan 4-0 chromic catgut secara simple interrupted sedangkan bagian perut bagian atas dan ventral leher di kulit dijahit dengan benang non absorbable secara simple interrupted

Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti)
Tempat sayatan esophagus (panah) (cervical esophagus dan persimpangan gastroesofagus).
 
Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti)
Tempat sayatan pada esophagus (panah) (cervic esophagus dan sayatan esophagus dilakukan pada ujung proksimal tabung dengan menggunakan jahitan terputus sederhana (panah A). Tabung menonjol dari rongga perut ditarik perlahan ke caudal (panah B).
 
Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti)
pengakatan esophagus oleh traksi dari saluran utama dan mempertahankan saluran aksesori  pada daerah thorakalis.
 
Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti)
(a).  Saluran aksesori dengan salah satu ekstremitas di regional cervicalis dan jahitan lain di abdomen (b).  Penarikan dari saluran aksesori dan exteriorization dari lambung pada regional cervicalis

B.  Perawatan Pasca Operasi

Setelah opersai hewan dipuasakan selama 4-6 hari, diberi makanan secra parenteral (infuse), dan diberi pengobatan.

Referensi

Cavalcanti, et all, 2005. Cervical esophagostomy using indwelling catheter for analysis
of gastric physiology in dogs. Acta Cir̼rgica Brasileira - Vol 20 (5) 2005 Р405

Werthern, C. J. A new technique for insertion of esophagostomy tubes in cats. Departments of Small Animal Surgery 1 and Small Animal Internal Medicine, Zurich University, 8057 Zurich, Switzerland

SHYU, Ching-Lin, et all. 2009. Case Report: Isolation of Aeromonas hydrophilia from a Dog with Esophageal Foreign Body Obstruction. Taiwan Vet J 35 (4): 248-252.

Santos, et all. 2009.Esophagectomy and substitution of the thoracic esophagus in dogs, Acta Cirúrgica Brasileira - Vol. 24 (5)


Demikianlah Berita dari kami Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti)

Sekianlah artikel Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti) hari ini, semoga dapat memberi pengetahuan untuk anda semua. ok, sampai jumpa di artikel berikutnya. Terima Kasih

Anda saat ini sekarang membaca berita Teknik Operasi Oesophagotomy, Oesophagostomy, dan Oesophagectomy pada Hewan (Bedah Sistem Digesti) dengan alamat link https://www.susububukdancow.xyz/2016/05/teknik-operasi-oesophagotomy.html

Post a comment

0 Comments