Tumor Mammae pada Hewan

Tumor Mammae pada Hewan - Halo, kembali bersama kami SusuBubukDancow.xyz - Website Berisi Artikel Susu Terupdate, Pada kesempatan hari ini kami akan membahas seputar Tumor Mammae pada Hewan, kami telah mempersiapkan berita ini dengan benar guna anda baca dan serap informasi didalamnya. semoga seluruh isi postingan berita Histologi & Patologi, yang kami posting ini bisa anda mengerti, selamat membaca.

Judul Berita : Tumor Mammae pada Hewan
good link : Tumor Mammae pada Hewan

Baca juga


Tumor Mammae pada Hewan

Mammae adalah kelenjar yang terletak dibawah kulit, posisinya ada diatas otot dada. Pada mamae terdapat tiga bagian utama yaitu: korpus, areola, papila atau puting. Korpus pada mamae adalah bagian yang membesar, sedangkan areola pada mamae adalah bagian yang kehitaman ditengah, dan papila adalah bagian yang menonjol dipuncak mamae.

Tumor mamae adalah tumor yang paling sering menyerang anjing setelah tumor kulit. Tumor mamae biasa berwujud kecil, simple nodul atau besar. Tumor jinak biasanya tumbuh secara perlahan, lembut dan kecil. Sedangkan tumor ganas tumbuh secara cepat, bentuk yang tidak teratur dan terikat pada kulit atau jaringan di dekatnya, pendarahan dan ulserasi. 

Kadang-kadang tumor yang telah berbentuk kecil pada waktu lama akan tiba-tiba tumbuh cepat dan agresif namun ini jarang sekali terjadi. 

Tumor mammae dapat berbentuk massa yang solid atau beberapa  pembengkakan. Ketika tumor pertama kali muncul akan berbentuk seperti buah pir yang kecil yang terletak di bawah kuit. mereka sangat keras dan sangat sulit untuk digerak-gerakkan di bawah kulit. Tumor sangat cepat berkembang dalam waktu yang singkat dan melipat gandakan ukurannya setiap bulannya 

Etiologi

Tumor glandula mammae adalah tumor ganas (malignant) atau jinak (benign) pada glandula mammae. Tumor umumnya terjadi pada anjing betina yang masih bereproduksi dan berumur antara 5-10 tahun, namun  ± 80 % kasus didiagnosa pada anjing berusia lebih dari 7 tahun.  

Penyebab dari tumor mammae belum begitu banyak diketahui kecuali pada tikus, dimana oncornavirus merupakan penyebabnya pada beberapa hewan. 

Hormon mempunyai peran yang sangat penting pada kejadian hiperplasi dan neoplasia dari jaringan mammae. Namuan, mekanisme jelasnya belum dapat di ketahui secara jelas. Estrerogen dan progesterone merupakan reseptor yang di laporkan mempunyai peran peting pada kejadian tumor mammae.

Efek genetik dan nutrisi pada kejadian neoplasia mammaria telah di ketahui pada tikus dan beberapa orang namun tidak begitu di mengerti pada anjing dan kucing. Telah di lakukan pengujian bahwa mengkonsumsi daging segar, obesitas pada umur 1 tahun dan obesitas yang berlebihan didiagnosa dapat mengkatkan kemungkinan terjadinya tumor mammae. 

Dari sudut pandang praktisi, seluruh tumor mammae harus di pertimbangkan berpotensi menjadi malignant kecuali dari ukuran dan jumlah galndula yang terlibat. penyebaran dari carcinoma mammae terutama akan terdapat pada limpnodus di sekitarnya dan paru-paru. Pada anjing, -10% carsina mammae dapat membentuk metastasi tulang, terutama di pada tulang axial juga pada tulang panjang.

Hewan rentan dan penyebarannya

Anjing merupakan hewan yang paling sering terkena tumor di dunia kedokteran hewan. Tumor umumnya terjadi pada anjing betina yang masih bereproduksi dan berumur antara 5 – 10 tahun, namun  ± 80 % kasus didiagnosa pada anjing berusia > 7 tahun.  Pernah juga dilaporkan tumor ditemukan pada anjing betina berumur 2 tahun, namun kasus ini jarang terjadi. 


Tumor Mammae pada Hewan
Tumor pada Anjing (metastasis)


Tumor ini dapat soliter atau multisentrik. 30-50% kasusnya merupakan carcinoma/malignant. 

Selain umur dan reproduksi, bangsa anjing Toy dan miniatur Poodles, Spaniels, dan German Shepherds memiliki resiko yang lebih besar menderita tumor mammae. Kelenjar mammae keempat dan kelima lebih banyak ditemukan menderita tumor.   

Anjing pada umumnya mempunyai lima buah puting susu. Meskipun tumor mammae dapat terjadi pada setiap putingnya, namun biasanya paling sering terjadi pada puting ke 4 dan ke 5. Pada sebagian kasus, lebih dari satu tumor telah di temukan. 

Tumor jinak biasanya tumbuh secara perlahan, lembut dan kecil. Sedangkan tumor ganas tumbuh secara cepat, bentuk yang tidak teratur dan terikat pada kulit atau jaringan di dekatnya, pendarahan dan ulserasi. Kadang-kadang tumor yang telah berbentuk kecil pada waktu lama akan tiba-tiba tumbuh cepat dan agresif namun ini jarang sakali terjadi.

Pernah juga dilaporkan tumor ditemukan pada anjing betina berumur 2 tahun, namun kasus ini jarang terjadi. Tumor ini dapat soliter atau multisentrik, 30-50 % kasus merupakan carcinoma/malignant. Glandula mammae keempat dan kelima lebih banyak ditemukan menderita tumor.

Selain umur dan reproduksi, bangsa anjing Toy dan miniatur Poodles, Spaniels, dan German Shepherds memiliki resiko yang lebih besar menderita tumor mammae. 

Faktor resiko kejadian tumor tinggi pada anjing yang masih aktif bereproduksi. Menurut beberapa peneliti diduga berhubungan dengan produksi dan aktivitas hormon estrogen dan progesteron. Hormon tersebut berperan dalam inisiasi awal terbentuknya tumor dan berperan dalam perkembangan tumor selanjutnya. 


Tumor Mammae pada Hewan
Tumor pada Kucing 


Tumor Mammae pada Hewan
Tumor pada Kucing


Tumor Mammae pada Hewan
Tumor pada Tikus (rodensia)

Gejala klinis

Gejala klinis yang terlihat biasanya adalah adanya pertumbuhan massa yang perlahan, single atau multiple. Kurang lebih 50 % kejadian adalah multiple tumor. 

Tumor glandula mammae terdiri atas tumor benign dan malignant. Tumor benign berbentuk kecil, halus dan tumbuh perlahan. Sedangkan tumor malignant berbentuk tidak teratur, pertumbuhannya cepat, melekat pada kulit atau jaringan di bawahnya, berdarah dan ulseratif.

Diagnosis

Diagnosa tumor mammae dapat dikelirukan dengan beberapa kelainan pada glandula mammae lainnya. Gejala yang sama ditemukan pada lipoma, tumor sel mast, mammary hyperplasia dan mastitis. Karena itu, perlu dilakukan biopsi dan pemeriksaan histopatologi jaringan untuk identifikasi tumor.

Gambaran X-ray juga diperlukan untuk mengidentifikasi adanya metastasis tumor di paru-paru, hati dan ginjal. Metastasis tumor ke organ lain dapat terjadi karena adanya koneksi limfatik diantara rangkaian glandula mammae kanan dan kiri.  

Umumnya, kelenjar di daerah kranial (glandula mammae 1, 2 dan 3) terdapat saluran menuju limfonodus axillaris, sedangkan kelenjar di daerah kaudal (glandula mammae 4 dan 5) menuju limfonodus inguinalis, dan diantara kelenjar tersebut terdapat saluran berbeda menuju salah satu atau kedua limfonodus. 

Hubungan flexiform tersebut dapat membantu menjelaskan bagaimana terjadinya metastasis limfatik tumor melalui pembuluh limfe menuju organ lain.

Tumor glandula mammae tidak dapat bermetastasis ke glandula mammae atau limfonodus yang berdekatan (kontralateral) melalui limfatik, karena tidak ditemukan hubungan interkelenjar limfatik diantaranya.  

Kemungkinan metastasis kontralateral dapat terjadi karena adanya pembuluh vena yang ada di kedua glandula mammae tersebut. Metastasis tumor menuju paru-paru terjadi dalam bentuk diffuse atau nodular metastasis. metastatik dapat juga terjadi pada limfonodus regional, hati, limpa, otak dan tulang.

Pilihan yang dapat dipertimbangkan untuk terapi tumor glandula mammae pada anjing adalah pembedahan, kemoterapi, radiasi, immunoterapi, terapi hormonal dan diet.  Tindakan pembedahan dan pengangkatan glandula mammae (mastectomy) masih merupakan pilihan terapi terbaik.

Tumor mammae biasanya diindikasi saat terdeteksi massa selama pemeriksaan fisik. Lama waktu dimana massa sudah berada di situ biasanya tidak diketahui, namun tingkat pertumbuhan bisa saja berguna dalam menentukan prognosis. 

Palpasi nodus limfatikus regional dapat membantu menentukan persebaran. Radiografi thorak, utamanya 3 pandangan (satu ventral-dorsal dan 2 lateral), harus dilakukan untuk mendeteksi metastasis pulmonum. Aspirasi dengan jarum kecil dapat membedakan antara keradangan dan lesi neoplastik namun dapat menyebabkan kesimpulan yang salah dan menunda pembedahan. 

Diagnosis ditentukan dengan histopatologi dan diagnosis ini penting dalam menentukan penanganan dan prognosis.

Prognosis

Prognosisnya didasarkan pada banyak faktor. Kebanyakan tumor mammae pada anjing yang menyebabkan kematian demikian juga dalam waktu 1 tahun. Sarkoma berhubungan dengan waktu hidup yang lebih pendek daripada karsinoma. Faktor lain, termasuk ukuran tumor, keterlibatan nodus limfatikus, dan differensiasi inti, juga mempengaruhi prognosis.

Penanganan

Tindakan pembedahan dan pengangkatan kelenjar mammae (mastectomy) masih merupakan pilihan terapi terbaik. Pada operasi mastectomy, penyayatan tumor dilakukan secara elip melingkari tumornya, dipreparasi dari jaringan sekitar, kemudian tumor diambil. 

Operasi mastektomi dan mamectomy dilakukan setelah hewan dibius yaitu dengan kombinasi Xylazine HCI 2 % dengan dosis 2mg per kg bobot badan dengan ketamine HCI dengan doses 35mg per kg bobot badan, diaplikasikan secara intra muskularArea yang akan di operasi tergantung dari saran para ahli. Beberapa dari ahli merekomendasikan massanya itu sendiri. 

Yang lainnya mempertimbangkan seberapa banyak kanker telah menyebar, pengangkatan massa dan sisa-sisa dari jaringan-jaringan mammae dan limponodus yang mngering bersamaan dengan galndula itu sendiri. 

Pada operasi mastectomy dan mammectomy dilakukan dengan penyayatan tumor dilakukan secara elips melingkari tumornya, dilakukan pemisahan jaringan tumor dengan jaringan disekitarnya dengan preparasi tumpul maupun tajam, kemudian kulit dan jaringan tumor diangkat. Pembuluh darah yang terpotong diligasi dan yang kecil dijepit dengan hemostat (arteri clamps). 

Terakhir dilakukan penjahitan dengan cat gut ukuran 4/0 untuk jaringan dalam dan kulit dengan menggunakan benang silk ukuran 3/0 dengan pola jahitan krusiate.

Tumor Mammae pada Hewan
Incisi berbentuk elips


Contoh: jika pertumbuhan tumor terdeteksi pada puting ke 2 di bagian sebelah kiri, maka di sarankan untuk mengangkat kelenjar 1,2 dan 3 dan limponodus axillaris di bagian depan. Pada hewan yang telah dioperasi harus diberi antibiotik ampicillin dengan dosis 20mg per kg berat badan selama lima hari. Pada hari ketujuh jahitan kulit dibuka.



Demikianlah Berita dari kami Tumor Mammae pada Hewan

Sekianlah artikel Tumor Mammae pada Hewan hari ini, semoga dapat memberi pengetahuan untuk anda semua. ok, sampai jumpa di artikel berikutnya. Terima Kasih

Anda saat ini sekarang membaca berita Tumor Mammae pada Hewan dengan alamat link https://www.susububukdancow.xyz/2016/04/tumor-mammae-pada-hewan.html

Post a comment

0 Comments