Patologi Sistemik pada Hewan

Patologi Sistemik pada Hewan - Halo, kembali bersama kami SusuBubukDancow.xyz - Website Berisi Artikel Susu Terupdate, Pada kesempatan hari ini kami akan membahas seputar Patologi Sistemik pada Hewan, kami telah mempersiapkan berita ini dengan benar guna anda baca dan serap informasi didalamnya. semoga seluruh isi postingan berita Histologi & Patologi, yang kami posting ini bisa anda mengerti, selamat membaca.

Judul Berita : Patologi Sistemik pada Hewan
good link : Patologi Sistemik pada Hewan

Baca juga


Patologi Sistemik pada Hewan

Penyakit Kardiovaskuler 

Adalah suatu istilah yg umum digunakan untuk menyatakan adanya penyakit pada jantung dan pembuluh darah. Penyakit ini terjadi kalau arteri koroner yg membawa darah ke otot jantung tersumbat sebagian atau seluruhnya (penaykit jantung koroner). 

Kalau aliran darahnya berkurang secara perlahan dapat menyebabkan infark miocardial (terjadi kerusakan pada otot jantung)

Patologi Sistemik pada Hewan
Jantung normal


Jantung normal 

Darah masuk ke jantung dari vena cava superior dan inferior menuju ke atrium kanan. Karena jantung berkontraksi darah mengalir dari atrium kanan ke ventrikel kanan. 

Kontraksi berikutnya darah dipompa dari atrium kanan menuju ke arteri pulmonalis. Darah meninggalkan paru dan masuk lagi ke jantung ke atrium kiri melaui vena pulmoner. Kontraksi berikutnya darah didorong ke aorta menuju ke seluruh tubuh. 

Patofisiologi Otot Jantung

  1. Mempertahankan kecukupan aliran darah sampai di jaringan periper.
  2. Membawa zat oksigen dan gizi, mengeluarkan C02 dan produk metabolit lainnya.
  3. Mendistribusikan hormon dan mempertahankan panas serta output lainnya.
  4. Jantung memiliki 3 – 5 kali kapasitas cadangan fungsional dan dapat berkurang akibat adanya penyakit

Mekanisme kompensasi dikembangkan untuk mencapai output jantung yg cukup 
Mekanismae tersebut meliputi :
  1. Dilatasi jantung
  2. Hipertensi miokardial
  3. Meningkatkan denyut jantung
  4. Meningkatkan ketahanan pembuluh darah periper dan meningkatkan volume darah.


Anomali Cardiovaskuler Bawaan (Kongenital)

Patent Ductus Arteriosus

Sewaktu fetus, darah dialirkan ke paru oleh ductus arteriosus, pembuluh darah pendek berasal dari arteri pulmoner tembus aorta. Setelah lahir aliran darah menuju ke paru secara mendadak diperbesar dan aliran darah melalui arteriosus tidak lama lagi akan dihentikan.

Dalam beberapa hari setelah lahir lumen ductus ditutup dan secra permanen disumbat dan tinggal sebagai ligamen arteriosus. Pada cacat bawaan ini, lumen tetap terbuka darah tetap mengalir antara arteri pulmoner dan aorta.

Pada kasus berat : 
heart kongstive, hipertensi pulmoner dan sianosis (toy poodle dan miniature)

Pulmonary Stenosis

Terjadi penyempitan lumen arteri oleh jaringan ikat fibrous. Darah harus dipompa dengan kuat untuk dapat melewati celah yang sempit. Kelainan ini dapat menyebabkan hipertropi ventrikel kanan

Coarctation Aorta

Penyempitan aorta biasa terjadi pada daerah yang relatif pendek disekitar ductus arteriosus namun demikian pada daerah yang lebih panjang dapat terjadi. 

Lesi ini berhubungan dengan anomali lainnya yang mengakibatkan kurangnya darah mengalir ke vena kiri dan aorta. Keadaan ini disebut sebagai infantile coarctation.

Interventrikular Septal Defect

Sewaktu fase embrionl vena tadi satu kantung yang kemudian dibagi menjadi vena kanan dan kiri. Tumbuhnya septa interventrikular dari apex jantung serta membran septa dari bulbus arteriosus mengakibatkan tertutupnya akses kedua ventrikel. 

Gagal bertemunya septa dan membran mengakibatkan terjadinya cacat pada septa ventrikel. Pada beberapa kasus Terjadi hipertensi pulmoner dan jantung kanan kelebihan darah, mengakibatkan aliran darah berbalik arah dari ventrikel kanan menuju ventrikel kiri (sianosis).

Patologi Sistemik pada Hewan
Atrial Septal Defect (ASD) ilustrasi








Patologi Sistemik pada Hewan
Jantung yang diperkirakan mengalami Atrial Septal defect (ASD)

Transposisi Pembuluh Besar

Sangat mungkin arteri dan aorta menjadi berubah, aorta muncul dari vena kanan dan arteri pulmoner muncul dari kiri. Adakalanya arteri pulmonalis dan aorta gagal terbagi, tetap sebagai pembuluh darah besar (persisten truncus arteriosus). Dapat juga terjadi namun tidak sering arteri pulmonalis dan aorta muncul dari vena kanan (double outlet right ventrikel) (sapi).  

Tetralogi Fallot

Empat kelainan bawaan yang dapat terjadi secara bersamaan pada suatu individu. Kelainan yang dimaksud :
  1. Interventrikular septal defect
  2. Transposisi aorta
  3. Pulmonik dan subpulmonik stenosis
  4. Hipertropi ventrikel kanan

Gejala : 
Sianosis.

Gagal jantung akut (GJA)

Terhentinya secara mendadak kontraksi otot jantung yang mengakibatkan kematian jaringan otak dalam hitungan menit. Dapat disebabkan oleh anoksia, keracunann, nekrosis otot jantung, shock, hemoperikardium atau adanya sumbatan pada arteri pulmoner.

Lesi Gagal Jantung Akut minimal kalau :
  1. Tidak disertai adanya hemoperikardium (cardiac tamponade)
  2. Tidak ditemukan sumbatan trombus.

Lesi dominan berupa kongesti sistemik atau kongesti pulmoner. Edema tidak terlihat karena belum terjadi perembesan plasma. Rongga jantung sebelah kanan dapat melebar.

Gagal Jantung Kronis (GJK)

Sering disebut gagal jantung kongestive akibat dari tidak mampunya output jantung mempertahankan sirkulasi vena

GJK dibedakan menjadi dua yaitu gagal jantung sisi kiri dan kanan. GJK sisi kiri didahului oleh adanya kerusakan pada miokardium, aorta dan penyakit pada katup mitralis, berbagai kelainan kongenital atau hipertensi.

Meningkatnya tekanan pada vena pulmoner dan kapiler alveoli menyebabkan timbulnya kongesti dan edema. Sel hipertropi  dan fibrosis dapat ditemukan pada dinding alveoli.

Hemosiderin dapat ditemukan pada sitoplasma makrofag alveolar (sel gagal jantung). Renin dan angiotensin plasma meningkat.

Gagal Jantung Kronis sisi kanan

  1. Mengikuti kelainan yang terjadi pada paru juga disebut sebagai cor pulmonale.
  2. Lesi sekundernya dapat juga ditemukan pada organ visceral dan sirkulasi portal.
  3. Lesi pada hati meliputi kongesti dan nekrosis pada daerah centrolobuler, atropi dan fibrosis. 
  4. Edema terjadi akibat meningkatnya tekanan pumbuluh vena.


Miokardium

Atropi Miokardium

Secara makroskopis dapat dikenali dengan mengecilnya jantung dari ukuran normalnya.

Mikroskopis : 
berkurangnya ukuran serat otot jantung, secara proporsional, terjadi peningkatan jumlah inti terhadap fiber. Pigmen lipofuscin berlebihan di sekitar inti (malnutrisi).

Hipertropi miokardium

Dapat terjadi di kedua ventrikel. Secara mikroskopis serat individual miokardium meningkat ketebalannya, intinya banyak dan besar.

Hipertropi ventrikel kanan dapat disebabkan oleh penebalan dinding alveoli oleh jaringan ikat fibrous, kongesti pasif kronis, pneumo- koniosis atau pulmonary stenosis.

Hipertropi ventrikel kiri terjadi akibat adanya aortik stenosis, hipertensi pembuluh arteri dan nefrosklerosis.

Inflamasi / peradangan

  1. Miokarditis secara umum diakibatkan oleh infeksi hematogenus dan berbagai penyakit sistemik.
  2. Pada suatu penyakit, sangat jarang lesi miokarditis bersifat primer dan bertanggung terhadap kematian.
  3. Berbagai tipe peradangan dapat terjadi pada miokarditis, seperti: perdangan suppurative nekrotizing hemorrhagik, limfositik. 


Miokarditis suppurative

Dapat disebabkan oleh infeksi lokal bakteri piogenik, seringkali berasal dari endocarditis sebelah kiri.

Makroskpis : otot jantung terlihat pucat.
Mikroskopis : pada daearah absces banyak ditemukan netrofil.

Necrotizing Miokarditis: sering diakibatkan toxoplasmosis, suatu penyakit yang biasa menyerang anjing dan kucing.
  1. Miokarditis hemorrhagik secara spesifik di temukan pada penyakit blackleg.
  2. Miokarditis limfositik, lesi umum infeksi virus pada parvovirus anak anjing. Anjing penderita mati secara mendadak disertai lesi gagal jantung kongestive. Jantung terlihat lembek, infiltrasi limfositik, intra-nuklear inclusion body dan fibrosis


Neoplasia

Berbagai neoplasia primer dan sekunder dapat terjadi pada jantung atau di dekat jantung. Neoplasia primer meliputi : rhabdomyoma, rhabdomyosarcoma, schwannoma dan hemangiosarcoma.

Hemangiosarcoma

  1. Merupakan neoplasma penting pada anjing dan tumor ini dapat berasal dari metastase tumor di tempat lain. Tumor terlihat pada atrium kanan dan kadang terlihat pada ventrikel kanan.
  2. Makroskopis : terlihat tonjolan massa darah berwanarna merah – merah kehitaman pada permukaan epikardium.
  3. Kalau ruptur dapat menimbulkan hemoperikardium dan cardiac tamponade.
  4. Mikroskopis : sel tumor (sel enotelial) bentuknya memanjang dan menyebar tersusun seperti pembuluh darah.
  5. Metastase ke paru sering terjadi.

Patologi Sistemik pada Hewan
Hemangiosarcoma

Chemodectomas (heart base tumor)

  1. Merupakan tumor primer pada jaringan elastik jantung, timbul dari dasar jantung, mengakibatkan tersumbatnya pembuluh darah dan gagal jantung.
  2. Tumor ini juga disebut aortic body tumor or chemodectomas (paraganglion).
  3. Tumor aortic body dapat membesar, berwarna putih dikelilingi massa padat dan dapat menekan pembuluh darah dan atrium.

Mikroskopis :
Sel tumor berbentuk polihedral, sitoplasmanya bervakuola dan disokong oleh jaringan ikat stroma.

Patologi Sistemik pada Hewan
Chemodectoma

Pembuluh Darah

Aneurysms dan ruptur

Anerurysm itu adalah pelebaran lokal dari pembuluh darah yang lemah dan tipis. Umumnya ditemukan pada arteri namun lesi dapat juga mengenai vena.

penyebabnya adalah defisiensi copper dan infeksi spirocera lupi namun kebanyakan kasus bersifat idiophatic

Ruptur arteri

Dapat terjadi setelah sebelumnya di dahului oleh adanya trauma berat atau terjadi secara spontan. Kuda sangat rentan terhadap ruptur aorta. Terjadi kematian dengan cepat akibat cardiac tamponade

Hipertropi arterial

Merupakan respon terhadap peningkatan tekanan pembuluh darah secara terus-menerus. Sering ditemukan pada arteri pulmoner kecil dan keadaan ini berhubungan dengan infeksi parasit seperti : aerulostrongylus obstrusus, toxocara dan dirofilaria immitis.

Namun lesi juga sering dtemukan tanpa adanya  infeksi parasit. Hipertropi arteri pulmoner juga ditemukan pada sapi yang dipelihara pada dataran tinggi (high-altitude disease atau brisket disease).

Arteriosklerosis

Suatu penyakit yang berhubungan dengan umur pada banyak seperti hewan namun jarang disertai gejala. Penyakit berkembang akibat adanya kelainan degeneratif dan proliferatif kronis pada pembuluh darah yang menyebabkan turunnya elastisitas (hardening of the artery) dan penyempitan lumen.

Makroskopis : pembuluh darah terlihat menonjol, padat dan berwarna putih.
Mikroskopis: tunika intima menebal oleh adanya akumulasi mukopolysakarida.

Atherosklerosis

Merupakan penyakit pembuluh darah paling penting pada manusia namun dapat juga ditemukan pada hewan. Terjadi karena adanya akumulasi lemak, jaringan fibrous dan kalsium yang meluas pada pembuluh darah. Babi, kelinci dan ayam sangat sensitif terhadap lesi ini.

Mikroskopis : akumulasi lemak pada sitoplasma sel otot polos dan makrofag pada tunika intima dan media. Nekrosis dan fibrosis juga dapat ditemukan.


Calsifikasi Arteri

Adalah lesi yang umum ditemukan pada hewan Penyebabnya meliputi : keracunan tanaman calcinogenik, keracunan vit D, insufisiensi ginjal dan debilitasi berat. Ditemukan pada sapi penderita John disease.

Mikroskopis : ditemukan deposit mineral basofilik pada arteri.

Fibrinoid Nekrosis

Lesi ini berhubungan dengan kerusakan endotel dan ditandai oleh masuk dan berakumulasinya protein serum dan fibrin pada dinding pembuluh darah. Lesi ini sering ditemukan pada babi dan merupakan petunjuk diagnostik kasus defisiensi vit E selenium (jantung) dan keracunan mercury.

Pada babi defisiensi vit E selenium, lesinya berupa cardiac hemoorhagic (mulbery heart disease) dan dapat juga sebagai hepatic nekrosis disertai perdarahan hebat.

Trombosis dan Emboli

Merupakan produk koagulasi atau clotting intravaskular.
Faktor predisposisi meliputi : 
  1. kerusakan endotel, 
  2. gangguan aliran darah, 
  3. hiperkoagulasi.

Kerusakan endotel dapat ditemukan pada peradangan pembuluh arteri (arteritis). Ganguan aliran darah dapat terjadi bersamaan dengan lesi pada pembuluh darah atau lesi pada katup jantung. Keadaan hiperkoagulatif dapat ditemukan pada anjing penderita amyloidosis dan pada  beberapa penyakit ginjal.

Disseminted Intravaskular Coagulation (DIC)

Dipicu oleh berbagai penyebab dengan lesi berupa bekuan yang meluas  di dalam arteriol dan kapiler. Phenomena kejadian oleh adanya kerusakan endotel disertai tereksposnya kolagen subendotel berlanjut dengan agregasi platelet. Aktivasi proses koagulasi intravaskuler.

Penykit yg biasa disertai oleh DIC seperti :
  1. Penyakit yang dipicu oleh endotoxin bakteri
  2. Infeksi virus tertentu : Feline infectious peritonitis (FIP), Infectious canine hepatitis (ICH).
  3. Dirofilariasis
  4. Penyakit tumor tertentu.
  5. Shock, hemolisis, nekrosis yang meluas.


Secara mikroskopis :
Organ DIC akan memperlihatkan adanya trombi fibrin di dalam arteriol dan kapiler (multiple fibrin trombi).

Emboli

  1. Tersumbatnya arteri oleh lepasnya materi asing materi asing sepeti : fragmen trombi, sel neoplasma dan bakteri.
  2. Tromboemboli dapat berasal dari lesi trombosis yang bersifat steril atau sepsis.
  3. Emboli sepsis kebanyakan berasal dari lesi endocarditis dan lesi jantung sebelah kanan kemudian meluas ke paru.

Dapat juga bersamaan dengan lesi jantung sebelah kiri kemudian menyebar ke miokardium, ginjal dan limpa. Tipe emboli yang lain termasuk :
  1. gelembung udara atau rambut
  2. fragmen lemak saat fraktur
  3. Fragmen parasit or fragmen fibrokarti-lago masuk arteri spinalis akibat deg lempeng intervertebrae.


Demikianlah Berita dari kami Patologi Sistemik pada Hewan

Sekianlah artikel Patologi Sistemik pada Hewan hari ini, semoga dapat memberi pengetahuan untuk anda semua. ok, sampai jumpa di artikel berikutnya. Terima Kasih

Anda saat ini sekarang membaca berita Patologi Sistemik pada Hewan dengan alamat link https://www.susububukdancow.xyz/2016/03/patologi-sistemik-pada-hewan.html

Post a comment

0 Comments